10 Cara Umroh Ketika Wanita Sedang Haid

Sudah kodratnya setiap wanita pasti mengalami masa haid atau datang bulan, ataupun nifas. Namun, bagaimana wanita mengalami masalah haid atau nifas saat menjalankan ibadah umroh atau haji?

Hal ini dapat menjadi kendala bagi wanita yang mengalaminya. Biasanya wanita haid atau nifas ketika umroh ada yang haid atau nifas sebelum ihram, ada juga yang haid atau nifas setelah ihram. Terkadang mereka yang mengalaminya merasa bingung, apakah ibadahnya batal atau tidak.

Spesial untuk anda, saya akan membagikan bagaimana cara umroh bagi wanita haid atau nifas.

A. UNTUK WANITA YANG HAID ATAU NIFAS SEBELUM IHRAM

1. Mulailah dengan mandi ihram dan berihram. Asma bintu Umais pernah mengalaminya ketika melahirkan Muhammad bin Abu Bakr, kemudia ia bertanya kepada Rasulullah SAW “apa yang harus saya lakukan? ” lalu Nabi menjawab “mandilah dan lakukan ististfar dengan kain dan mulailah ihram” (HR Muslim).

Yang di maksud Istisfar ialah menggunakan pembalut lebih rapat, sehingga di pastikan tidak ada darah yang merembet keluar celana.

2. Ketika melakukan ihram dengan haji tamattu, maka ketika sampai di Makkah dilarang melakukan tawaf karena tawaf dan solat harus dalam keadaan suci.

3. Jika tanggal 8 Dzulhijjah belum suci, maka mandilah kemudian lakukan ihram haji dan umroh secara bersamaan.

4. Kemudian lakukan amalan dalam ibadah haji seperti mabit di Mina, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, lempar jumroh, memotong hewan kurban, apabila belum suci dari haid, maka jangan tawaf Ifadah, tunggu hingga bersih dari haid atau nifas.

5. Apabila ihram dengan haji ifrad atau qiran, ketika sampai di Makkah jangan melakukan tawaf qudum dan lakukan amalan-amalan lainnya.

B. UNTUK WANITA YANG HAID ATAU NIFAS SETELAH IHRAM

1. Untuk wanita yang mengalami haid atau nifas dalam keadaan setelah ihram dimana ia mengalami haid atau nifas di tengah perjalanan antara Miqat dan Makkah.
Aisyah ra pernah mengalami hal ini, maka ia bertanya kepada Rasulullah SAW “kami berangkat dengan niat haji. Ketika sampai di daerah saraf, aku mengalami haid” kemudian Nabi menjawab “kamu kenapa ? apa kamu haid? ” tanya Nabi. “benar” Aisyah ra menjawab.
Kemudian Rasulullah SAW bersabda yang artinya “haid adalah kondisi yang Allah takdirkan untuk Putri Adam. Lakukanlah seperti yang dilakukan jamaah haji, hanya saja jangan melakukan tawaf di ka’bah” (HR Bukhari & Muslim).

2. Apabila telah berihram dengan haji tamattu, maka ketika sampai di Makkah dilarang tawaf, jagalah ihramnya sampai suci, setelah suci baru kemudian tawaf umroh, sa’i dan tahallul.

3. Kemudian tanggal 8 Dzulhijjah haid atau nifasnya belum selesai, mandilah dan lakukan ihram haji dan umroh secara bersamaan.

4. Apabila berihram dengan haji ifrad atau qiran, ketika sampai di Makkah tidak perlu melakukan tawaf qudum lakukan amalan-amalan haji lainnya.

5. Jika seorang wanita haid atau nifas setelah wukuf di Arafah dan tawaf ifadhah kemudian meninggalkan Makkah, maka diperbolehkan untuk tidak melaksanakan tawaf wada.

Demikian, cara umroh bagi wanita haid atau nifas, semoga bermanfaat:)

Mau Umroh Hemat dengan Pelayanan Prima? Yuk Umroh Bareng Golden Firdaus Travel


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *