TANDA-TANDA IBADAH HAJI MABRUR

Jika anda pergi berhaji, tentunya anda ingin hajinya mabrur. Dan jika anda ingin hajinya mabrur maka harus melakukannya bersungguh-sungguh. Namun, ada sebagian para jamaah yang hajinya tidak di terima karena mungkin hanya ingin mengunjunginya saja tanpa niat yang sesungguhnya atau mungkin karena ada peraturan larangan selama ibadah haji yang di langgar, otomatis hajinya tidak sah atau tidak mabrur.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya ” Haji yang mabrur tidak lain pahalanya adalah surga ” (HR BUKHARI).
Sungguh luar biasa bukan? jika anda bisa mendapat haji mabrur, karena tidak semua jamaah haji di terima haji dan untuk mengetahui haji anda mabrur atau tidak.
Yuk!! langsung di cek inilah tanda-tanda ibadah Haji anda mabrur.

(1) Harta Halal
Maksud dalam harta halal ialah uang atau harta yang digunakan untuk pergi berhaji adalah halal, karena Allah SWT tidak menerima yang tidak halal atau haram. Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya “sungguh Allah baik, tidak menerima kecuali yang baik”. Dan tanda-tanda haji mabrur adalah seluruh harta yang digunakan untuk transaksi selama ibadah haji itu halal.

(2) Amalannya
Amalan-amalan yang dilakukan harus sesuai dengan tutunan Rasulullah SAW dan dilakukan dengan ikhlas, seperti rukun-rukun dan kewajiban yang harus dijalankan, dan menghindari larangannya.

Dan untuk mencapai haji mabrur juga sesuai dengan surah Al-baqarah ayat 197:
a. Tidak berkata kasar.
b. Berbantah-bantah.
c. Saling menjelekkan.
d. Saling membuka aib.

Dan Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya “barang siapa yang haji dan ia tidak rafats dan fusuq, ia akan kembali pada keadaan saat dilahirkan ibunya”.
Rafats adalah bentuk kekejian dan fusuq adalah keluar dari ketaatan Allah.

(3) Penuh amalan baik
Di dalam hajinya di penuhi dengan amalan-amalan baik, seperi berdzikir, shalat tepat waktu, memperbanyak sholat sunnah, membantu para jamaah yang membutuhkan pertolongan, dan amalan-amalan baik lainnya.

Nabi Muhammad SAW pernah ditanya tentang haji mabrur dan beliau menjawab “memberi makan dan berkata baik”.

Dan Ibnu Majah berkata ” maka haji mabrur adalah yang terkumpul di dalamnya amalan-amalan baik, dan menghindari perbuatan-perbuatan dosa”.

(4) Tidak maksiat
Larangan ini sangat di tegaskan, dalam agama islam berbuat maksiat adalah hal yang dilarang. Apalagi dalam kondisi ihram, jika melanggar maka hajinya batal. Namun, setelah diluar ihram diperbolehkan untuk bersenggama dengan pasangan. Dan jika ingin hajinya mabrur, anda harus meninggalkan hal-hal syirik, bid’ah dan maksiat.

(5) Menjadi lebih baik
Dalam serangkaian ibadah haji terdapat sebuah makna yang mendalam, contohnya seperti tahallul, dengan tahallul dan rontoknya rambut, itu dapat menggugurkan kesombongan, karena kita semua hanyalah manusia biasa.

Oleh karena itu, setiap orang yang menjalankan ibadah haji akan pulang dari tanah suci dalam keadaan baik, jika tidak, maka semua akan sia-sia.

Al Hasan Al Bashri mengatakan “haji mabrur adalah pulang dalam keadaan zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat “.

Itulah merupakan beberapa tanda-tanda haji mabrur. semoga bermanfaat 🙂

Ingin Pergi Haji Mabrur di tahun 2019, dengan bimbingan penuh selama manasik di indonesia dan di tanah suci? Info Lengkap Click disini>>

 

Thanks For Sumber : 
1. http://www.nu.or.id/post/read/80706/tiga-ciri-haji-mabrur-menurut-rasulullah-saw
2. https://muslim.or.id/1891-tanda-tanda-haji-mabrur.html
3. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Haji
4. https://m.detik.com/news/berita/3607484/bagaimana-agar-ibadah-haji-tidak-sia-sia
5. https://tafsirq.com/2-al-baqarah/ayat-197

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *