Maqam Ibrahim merupakan bangunan atau struktur yang mencakup batu lebar kecil yang terletak kurang lebih 20 hasta di sebelah timur ka’bah. Tempat ini bukanlah tempat kuburan Nabi Ibrahim as, dan banyak yang mengira seperti itu, namun ternyata bukan. Di dalamnya terdapat sebuah batu yang diturunkan dari surga, bersama dengan batu hajar aswad. Dan di atas batu maqam ibrahim ini Nabi Ibrahim as berdiri sewaktu beliau membangun ka’bah bersama sang putra Nabi Ismail as. Banyak yang mengira ini kuburan karena bernama maqam, padahal maqam dalam bahasa Arab berarti tempat pijakan.

Batu ini memiliki panjang 27 cm, lebar 14 cm dan berkedalaman 10 cm. Batu maqam ibrahim ini di pelihara oleh Allah SWT, dan sekarang tampak jelas dan dapat dilihat hingga sekarang, namun saat ini sudah di tutupi dengan perak.

Saat pemerintahan Al-Mahdi Al-Abbasi, batu maqam ibrahim telah diikat dengan perak dan dibuat sangkar besi berbentuk sangkar burung.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa sejarah maqam ibrahim ini adalah bekas pijakan Nabi Ibrahim as, dan itu terjadi ketika Nabi Ibrahim as bersama putranya yaitu Nabi Ismail as sedang membangun ka’bah. Sifat batu adalah keras, namun atas izin Allah batu itu menjadi lunak.

Dahulu, maqam ibrahim tepat di samping ka’bah, orang-orang terdahulu mendiamkan batu ini karena bersejarah. Pada masa Khalifah Umar bin khattab, para sahabat memindahkan batu maqam ibrahim sejauh 13 meter dari posisi ka’bah atas perintah Umar bin khattab.

Alasan dipindahkannya ialah karena banyaknya para jamaah dan semakin bertambah yang melaksanakan tawaf, maka keadaan batu ini dapat mengganggu proses tawaf.

Adapun keutamaan dari maqam ibrahim adalah :

(1) Dijadikan sebagai tempat shalat
Sebagai mana yang telah disebutkan dalam QS Al-baqarah ayat 125 yang artinya :
Dan (ingatlah) ketika kami menjadikan rumah itu (baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam ibrahim tempat shalat. Dan telah kami perintahkan kepada Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan sujud”.

(2) Merupakan batu surga
Rasulullah SAW bersabda “Hajar Aswad dan Maqam ibrahim adalah batu-batuan dari surga Seandainya Allah tidak melenyapkan cahaya keduanya, niscaya ia akan menerangi Timur dan barat seluruhnya.

(3) Tempat di ijabahnya doa
Banyak para ulama yang berpendapat bahwa memanjatkan do’a di belakang maqam ibrahim akan di kabulkan.

itulah penjelasan tentang sejarah dan keutamaan maqam ibrahim, semoga bermanfaat 🙂


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *